Aku dan penopangku merupakan satu kesatuan yang takterpisahkan.dia selalu mengulurkan tangan saatku terjatuh dan menegurku dengan lembut saatku memberikan kesalahan dalam cerita hidupku, namun sekarang antara kami muncul seorang musuh yang membawa kesakitan dan penderitaan, menggrogoti kuatnya tiang yang selama ini menjagaku, membantuku beridiri.. ia beitu kejam dan mengikat, sehingga tubuh dan jiwa penopangku kini tak mampu beridiri dan bergerak..
Dia menjadi lemah dan tak berdaya, tubuhnya seakan terkubur bebatuan yang panas, jiwanya seakan tersiksa di balik jeruji kesakitan dan penderitaan, dia terus menarik jiwa penopangku masuk kedunia kegelapan dan penderitaan sehingga tubuhnya kini hilang kendali dan melemah.. Dia tak mampu keluar karena terhalang dinding besar yang di jaga oleh kekuatan jiwa-jiwa yang mengajaknya pada kesakitan dan ketidak percayaan diri..
Aku mencoba mencari jiwanya yang di tarik kegelapan, ku coba mencari di danau kelembutan, di pohon kehidupan, dan di hutan kesakitan, namun jiwa penopangku takmampu ku jumpai karena dia tertarik menjauh oleh kesakitan dan penderitaan..
Aku mencoba memanggilnya dengan kelembutan dan kehangatan, kupeluk jasadnya, ku belai penuh kasih rambutnya, ku kumandangkan nyanyian suci dari wahyu ilahi, ku angkatkan kedua tangankku yang penuh dengan dosa dan kekotoran, meski memalukan memperlihatkan tanganku yang hina, meski malu meminta kepada sangpenciptaku yang sering ku berbuat kedzoliman, tapi dengan rasa malu ini ku coba menjadi mahluk yang tidak punya rasa malu..
Aku memanggilnya di fajar menyingsing, saat sang pencerah belum memberikan kehangatan.namun matanya masih terikat kegelapan malam.
Aku merindukan ketegasanmu merindukan saatkau memarahiku saat saurku, aku merindukan suara doamu saat pertengahan malam..
Aku rindu cinta dan kasihmu.
yang selalu menjemputku bila ku berlari menuju sunyi, kau menghampiri megartikan perih ini dan ku selalu menangis dalam kehangatan senyum kebijakan dan ketegasan yang penuh dengan kasih sayang..
kau selalu berbisik dari kesunyian malam dari kehangatan sang mentari dari kelamnya dunia.
Aku rindu cinta dan kasihmu.
Namun ku takmampu menemuimu kecuali ku harus pergi kerumah kecil sederhana di tepi sungai kasih kedamaian tuhan.
Kau yangg selalu mencium jiwaku namun tidak akan menyentuh bibirku kecuali dalam kemurnian air yang penuh dengan ketenangan. Kau selalu berkata aku harus menjadi orang bijak, pemimpin keluarga yang penuh kasih dan sayang.
Tuhan berikan kekuatan dan keteguhan kepada penopangku, berikan kesembuhan kepada jiwa dan raganya, aku belum siap berdiri sendiri, masih banyak yang harus ku pelajari sebelum ke beridiri sendiri menjadi jiwa yang penyayang bijak dan penuh dengan ketegasan.
AYAH AKU RINDU KETEGUHAN DAN KASIH SAYANGMU BAHKAN AKU RINDU SAATKAU MEMARAHIKU.. CEPAT SEMBUHYA BAPAKU TERSAYANG...

1 komentar:
andai kau masih disampingku ayah..
bersyukurlah dan sayangilah ayah kalian selagi masih ada di dunia.