Kadang bila senandung senyumu menyapaDan berhias mata yang lembut
Seketika jantung memukul dalam jiwa
Dan, selama itu juga aku terus hanyut dalam minuman kisah kita
Tunggu dulu kita? Aku rasa hanya aku bukan kita
Tidak juga aku
Tanpa ada jaminan disana km merasakan hal yang sam
Awalnya aku rasa melupakanmu adalah sesuatu yang indah
Karena kamu belum pernah menjadi milikku
Aku mengerti ini rencana Tuhan
Tapi apakah ini rencana indah Tuhan untuk kita?
Aku mengerti akan ada yang datang setelah sekian lama menunggu!
Aku mengerti akan ada pelangi setelah hujan
Aku juga mengerti selalu ada siang dan ada malam
Satu yang sampai sekarang tidak aku mengerti
sampai kapan rasa ini tetap bertahan untukmu?
aku perindu genggaman tanganmu
kadnag lintas imaji ku berharap kamu mampu merasakan cinta ini
kau tidak tahu rasanya jadi aku
ya jadi aku si pengagum rahasiamu
ada yang kurang memang,
aku selalu menatapmu darri kegelapan
aku selalu berharap menulis ini bukan hanya tenatng aku dan kamu tapi ini menjadi sebuah cerita kita
aku menikmati kedamaian senyumu dari sisi diamku
apa kau sadar aku selalu memperhatikanmu dari kejauhan?
Apakah kau tahu aku selalu memikirkanmu dalam kesendirian?
Aku tidak tahu akan sampai kapan rasa ini bertahan
Aku tidak tahu seberapa kokoh cinta ini bila berdiri sendiri
Aku pula tidak tahu akan sampai kapan tenaga ini digunakan untuk melindungimu
Sampai kapan hati ini berpihak padamu
Aku si pemuja rahasiamu
Yang tak pernah kau anggap keberadaanya
Apakah kau tak memiliki hati?
Sehingga untuk merasakan cintaku pun tak mampu bagimu
Apakah kau tak memiliki mata?
Sehingga kau tak bisa melihat curahan perhatianku untukmu?
Iya, aku mengagumimu dengan bibir yang terjait meski selalu kucoba menceritakan Dalam alunan senandung tentang cinta, aku juga mengerti aku hanya mampu bersembunyi di balik wajah lugu sang pengagummu
Tapi Malaikat tidak harus cantik bukan? Karena sosoknya akan tetap mempesona didalam kesederhanaan
Sesedernaha rasaku padamu.