Tepat 60 menit aku tertegun di cermin ke egoisan ini. menatap dari balik kaca yang mendampingi mataku, rasanya seperti bermimpi, karena bahkan aku sendiri tak mengenal siapa aku, sejanak rasanya aku menjadi terasing, tersembunyi, dan mungkin akan menghilang.
ku coba helakan napas dan perlahan ku buka kaca mataku dan berbaring lemas di atas kasur dengan harapan aku mampu mengumpulkan memori-memori tentang kisahku.
Sekilas ada ingatan yang mulai memanjakanku memberikanku minuman yang sangat sejuk, sembari tersenyum kau duduk di sampingku dan berkata minumlah ka. mungkin setelah kau meminum itu kau akan menjadi lebih tenang. aku hanya terdiam menatap dengan begitu dalam, ingin rasanya ku menyebutkan sebuah nama namun aku tak mengingat siapa sebenarnya dia, yang selalu hadir memberikan senyuman hangat dikala hati ini membeku, selalu tertawa di kala hati ini sendu, mengusir badai mengubah menjadi mentari.
Dengan terheran, perlahan kau ambil cangkir dan menyodorkannya ke mulutku, aku tak bisa berkata hanya diam menatap dengan lembut dengan pikiran yan terus berbperang siapakah dirimu, apakah ini yang di namakan bidadari tak bersayap, sedikit demi sedikit aku habiskan minuman, setlah bebrapa saat ada yang berbeda, semakin ku mendalam mencoba mengenalmu semakin berdebar, bahakan kini saat aku menutupkan tirai mataku senyuman hangatmu selalu nampak di pelupuk jendela mataku.
Dalam memoriku ada tanya yang terus ingin keluar. minuman apakah yang telah wanita ini berikan padaku.,? yang membuat alam sadarku terambil alih.,,, sesaat ada berbisik suaraya yang begitu hangat membuat hati ini bergetar seraya berkata " inilah yang di namakan minuman cinta.!" minuman yang akan sejanak membawamu kedalam kebodohan, yang akan menghapuskan sedikit akal sehatmu, membuat kamu melayang bahagia, rindu, sehingga kamu mabuk di buatnya.
Pantas rasanya aku seperti kehilangan sdkit ingatanku, senyumnya seolah mengambil setngah dari perhatianku terhadap dunia. membuat semuanya menjadi tak dapat aku mengerti.
ah aku tak peduli kunikmati saja semua rasa ini, ku minum sambil bersenda gurau brsama, bahkan aku tak peduli dengan nasihat sang pencerah, yang dulu selalu memberikan kebijakan bahwa nak berhatihatilah dengan salah satu minuman yang akan merusak sebagian dari kebijakanmu, yang akan membawamu kedalam sebuah dunia yang sulit kamu keluar darinya., ketika semakin dalam kamu msuk maka semakin enggan untuk keluar,. karena di sana kamu akan di sediakan dengan minuman-minuman yang akan memabukanmu dan di berikannya anggur-angguryang manis, dan di dampingi dengan bidadari yang bgtu lembut mengelabuimu akan arti sebuah kehdiupan yang sebenarnya.
ah aku sudah tidak hiraukan itu semua yang jelas aku disini bgtu bahagia dan nyaman, mungkin sang pencerahpun manusia sama-sama melakukan kesalahan dan tidak tau btapa indahnya rumah yang kumasuki ini,.,.,.,.,. :-)
Dalam memoriku ada tanya yang terus ingin keluar. minuman apakah yang telah wanita ini berikan padaku.,? yang membuat alam sadarku terambil alih.,,, sesaat ada berbisik suaraya yang begitu hangat membuat hati ini bergetar seraya berkata " inilah yang di namakan minuman cinta.!" minuman yang akan sejanak membawamu kedalam kebodohan, yang akan menghapuskan sedikit akal sehatmu, membuat kamu melayang bahagia, rindu, sehingga kamu mabuk di buatnya.
Pantas rasanya aku seperti kehilangan sdkit ingatanku, senyumnya seolah mengambil setngah dari perhatianku terhadap dunia. membuat semuanya menjadi tak dapat aku mengerti.
ah aku tak peduli kunikmati saja semua rasa ini, ku minum sambil bersenda gurau brsama, bahkan aku tak peduli dengan nasihat sang pencerah, yang dulu selalu memberikan kebijakan bahwa nak berhatihatilah dengan salah satu minuman yang akan merusak sebagian dari kebijakanmu, yang akan membawamu kedalam sebuah dunia yang sulit kamu keluar darinya., ketika semakin dalam kamu msuk maka semakin enggan untuk keluar,. karena di sana kamu akan di sediakan dengan minuman-minuman yang akan memabukanmu dan di berikannya anggur-angguryang manis, dan di dampingi dengan bidadari yang bgtu lembut mengelabuimu akan arti sebuah kehdiupan yang sebenarnya.
ah aku sudah tidak hiraukan itu semua yang jelas aku disini bgtu bahagia dan nyaman, mungkin sang pencerahpun manusia sama-sama melakukan kesalahan dan tidak tau btapa indahnya rumah yang kumasuki ini,.,.,.,.,. :-)