Senandung Sembilu Rindu

Di Pelupuk dasar Gelap hatiku Bersenandung nyanyian tanpa makna;

Senandung Bait Lagu mengalun Merdu membisik rindu,

Yang takmampu kutumpahkan bersama pena pelupuk rindu ;

Ia meneguk Cinta meminum kasih menyelimuti kasih dengan kulit tipis,

dan menyentuh kalbu hingga luluh, kemudian merajam.

jiwaku mendesah.?

kesadaran tak melihat arah, sunyi , gelap di belenggu dunia pana

Harus bagai mana Aku senandungkan?

Dia terbelenggu hati yg hitam

adakah keteguhan mampu mendobrak

apa mereka akan terhempas, karena kerisauan

Di sekeliling orang yang normal namun tuna netra akan jiwaku.

Kadang ku menatap sayup menengok jiwaku

Tampak bayangan yang sedang merayu bayangannya yang sembilu,

Dan pabila ku sentuh lembut dadaku

Terasa kehangatan tetesan kerinduan.

Hujan wajahku menjadi saksi ceritaku,

Bagai tetesan embun menyentuh danau tenang yang di hiasi sinar rembulan.

hujanku saksi sebilu

Bagai syair senandung pilu

Yang meyuburkan bunga kaktus dalam hatiku.

senandungnya menjadi pupuk sembilu,

Dan di nyanyikan oleh kesunyian,

Dan mengalahkan kebisingan,Dan di belenggu kerinduan,

Dan di byangi mimpi berulang,

hanya mampu di mengerti oleh cinta,

Kusembunyikan dalam terangnya mentari

di senandungkan ketika rembulan datang.

Bila ada yang mengerti senandung itu senandung rindu,

Senandung Itu lebih menakutkan dari bunga kamboja:

Nada apa yang mampu mewakili senandung rindu ini?

Adakah yang berani berjalan di tengah rumah orang-orang terakhir bersinggah di akalah rembulan datang?

Siapa yang mau membandingkan Bising alam, dengan desah Pelukan ibu yang memeluk bainya

Adakah orang yang mau masuk kedalam mulut singa yang sedang lapar

Siapa yang sudi menyanyikan dengan lantang senandung hati

yang terluka oleh sembilu rindu

Insan mana yang berani melagukan betapa kecewanya tuhan dengan kisah kita suci Tuhan?