Wahai sang mentari, Sinarmu yang selalu memberi kami pencerahan, kau slalu bernyanyi memberikan penghatan yang lembut, sekarang berkeluh kesah dan meratap, kami bisa merasa dan mendengar meski sinar dan tubuhmu senantiasa memberi kami penghidupan dan kecerahan, setiap hari kami merasakan dekapan hangatmu sentuhan kasihmu memberikan pencerahan pada jiwa yang semalaman tertidur terbelenggu kegelapan, meski kami tak dapat mengibaratkan bentuk kasihmu tapi sentuhan dan dekapanmu bagai sang ibu yang memeluk penuh kasih buah hatinya..
Engkau berjalan perlahan dari bukit-bukit kegelapan, menuruni setiap lembah kesengsaraan memberikan setiap pengharapan kepada kami, berjalan kesetiap sawah dan perkebunan kami memberikan sinar yang membuat ladang kami menjadi tumbuh besar dan berbuah, ada pengharapan dan kekuatan dalam setiap sentuhan dan dekapanmu ada kesedihan kala kau harus berhenti memeluk kami karena terkalahkan oleh kegelapan yang senantiasa membelenggu kami tapi kau senantiasa berjuang meski lemah dan letih kau kembali merangkak untuk kembali memeluk kami dengan kehangatan.
Di musim dingin kau mencoba bangkin mengalahkan kesakitan yang memebelnggumu, meski sangat lemah kau terus merangkak membangun kembali kebun-kebun kami yang sudah lama tanpa pencerahan, mengapa engkau meratap di saat musim penghujan datang.?, dan mengapa engkau senang ketika musim panas datang dan melihat pohon-pohon yang tumbuh menjulang.?.
Dengan pepohonan kau memberikami keberkahan buah-buahan yang melimpah tapi terkadang mengapa kau membawa penyakit dari bukit bukit kesedihan apakah kau marah karena kami kurang bersukur pada sang pencipta sehingga kau kirimkan kesakitan supaya kami terbangun dan tersadar dan kami kembali bersyukur dan kembali mendesah dan berpasrah pada sangpenciptamu..
kedalam jiwa-jiwa bunga kau membisikan keindahan sehingga kami mampu mencium dan menikmati keindahan yang tuhan berikan untuk kami, terkadang kau lambat-lambat bersinar dan kemudian bersembunyi di balik awan-awan apakah karena kau sedih apakah malu terhadap tuhan karena kami yang kau perjuangkan yang senantiasa kau berikan pencerhan ternyata jiwa-jiwa kami durhaka terhadap nikmat dan karunia sang pemilik keabadain..
kau menuliskan lukisan yang indah di danau-danau dengan mengajak temanmu sang angin kau bernyanyi memberikan kesejukan dan ketenangan kepada jiwa-jiwa kami, dari timur angkau bangkit memberikan kasih sayang dan ketika kebarat kau menangis karena jiwa dan dosa kami sehingga kau meninggalkan kami bersama kegelapan dan kedinginan..
Maafkan kami tuhan kami senantiasa durhaka terhadap nikmat dan karuniamu, kami percaya meski kami penuh dosa kau selalu meberikan karunia dan rahmatmu kepada kami itu terbukti kau selalu memberikan pencerahan kepada kami, kami kan berusaha untuk memperbaiki setiap kesalahan di sisa-sisa penghidupan ini berikami izin dan perlindunganmu, seperti janjimu kau selalu melindungi dan memberikan hal yang terbaik untuk jiwa kami yang penuh dengan kehilapan..
.jpg)