Hari ini terasa begit berat aku berlari menjauhi wajah-wajah seram masyarakat dari bisingnya kehidupan dunia melangkahkan kaki kesedihanku menuju Lembah kesunyian. aku menikuti tapak-tapak air yang di bimbing kicauan burung malam berhias bintik-bintik kesdihanku ke melangkah menuju tempat perenungan yang tenang.
Aku duduk tersungkur, di temani kehausan jiwa di selimuti bayang-bayang ketaktan dan kesendirian, kemudian aku berdiri dan berlarikembali menjauh meninggalkan keramaian terus masuk kedalam jiwa dan pkiranku dan jiwaku terus menghantarkanku pada kesedihan yang mendalam. Semakin dalam ku berlari semakin lelah jiwaku ini semakin membelenggu kesakitanku, di saat ku menikmati minuman kesedihanku tiba-tiba muncul di hadapanku seorang wanita seraya berkata " Janganlah kau merasa sedih dan menyendiri karena kau takan bisa sendiri, aku dan tuhanmu akan selalu berada dalam hatimu".
"Bagai mana mungkin kecantikan dan kelembutan seperti milikmu mampu hidup dalam hati dan jiwaku yang penuh dengan belenggu kesedihan dan kegelapan" Dengan anggun dia duduk di sela-sela kesepian tubuhku dengan senyuman yang hangat dia berkata " Aku adalah bagian tubuhmu yang lain, kamu sekarang seperti adam yang sudah diberikan nikmat di surga akan tetapi dia masih merasa tidak lengkap hidupnya maka tuhan menciptakan siti hawa untuk melengkapi hidupnya akan tetapi aku tidak bisa seperti siti hawa yang penuh dengan cinta dan kasih tapi aku akan selalu berusaha untuk selalu ada dan mendekapmu penuh dengan kasih ku."
"Tapi tubuh dan jiwaku sepertinya tidak mampu kau penuhi karena setiap tempat di ruang hatiku sudah terbengkalai, kebahagiaanku sudah terkubur di dasar bui senja, tidak ada yang tersisa kemballi bahkan untuk dewa bidadari yang terlembut dan terkasih sekalipun"
Dia menjawab " setiap manusia tumbuh berdampingan setiap perjalanan ada kesakitan dan kebahagiaan dan seperti kamu sekarang yang sedang terbelit kegelapan aku adalah pisau menuju keberkahan dan caha sejuk. aku bukan hidup dalam ruanganmu, aku hidup dalam dunia yang akan selalu terakhir kau lihat saat kau mengistirahatkan matamu, aku akan menjadi penyemangat jiwamu pendorong cahaya yang akan menerangi tubuh dan jiwamu, keindahanku akan menjadikan mimpi buruk bagi kesakitan dan penderitaan"
"Bagai mana mungkin kecantikan dan kelembutan seperti milikmu mampu hidup dalam hati dan jiwaku yang penuh dengan belenggu kesedihan dan kegelapan" Dengan anggun dia duduk di sela-sela kesepian tubuhku dengan senyuman yang hangat dia berkata " Aku adalah bagian tubuhmu yang lain, kamu sekarang seperti adam yang sudah diberikan nikmat di surga akan tetapi dia masih merasa tidak lengkap hidupnya maka tuhan menciptakan siti hawa untuk melengkapi hidupnya akan tetapi aku tidak bisa seperti siti hawa yang penuh dengan cinta dan kasih tapi aku akan selalu berusaha untuk selalu ada dan mendekapmu penuh dengan kasih ku."
"Tapi tubuh dan jiwaku sepertinya tidak mampu kau penuhi karena setiap tempat di ruang hatiku sudah terbengkalai, kebahagiaanku sudah terkubur di dasar bui senja, tidak ada yang tersisa kemballi bahkan untuk dewa bidadari yang terlembut dan terkasih sekalipun"
Dia menjawab " setiap manusia tumbuh berdampingan setiap perjalanan ada kesakitan dan kebahagiaan dan seperti kamu sekarang yang sedang terbelit kegelapan aku adalah pisau menuju keberkahan dan caha sejuk. aku bukan hidup dalam ruanganmu, aku hidup dalam dunia yang akan selalu terakhir kau lihat saat kau mengistirahatkan matamu, aku akan menjadi penyemangat jiwamu pendorong cahaya yang akan menerangi tubuh dan jiwamu, keindahanku akan menjadikan mimpi buruk bagi kesakitan dan penderitaan"
